Selasa, 12 Juni 2012

MAKALAH MANAJEMEN PERTANIAN - MANAJEMEN AGRIBISNIS


TUGAS TERSTRUKTUR
MATA KULIAH MANAJEMEN AGRIBISNIS





Oleh:
Catur Anggi M.                     115040100111035
Nabilla Ayudipa                    115040100111127
Chyntia Andrean                  115040100111152
Siti Khofifatul Isriyah           115040101111204
Ahmad Faris Syafi’i              115040113111012

PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2012


BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar belakang

      Alam telah memperlihatkan bahwa segala sesuatu dalam kehidupan ini berbentuk sistem, dari sistem yang paling sederhana hingga sistem yang paling kompleks.Berbagai bentuk sistem ini membentuk suatu jaring, yang merupakan suatu jaringkehidupan. Suatu sistem yang berada dalam jaring kehidupan akan saling mempengaruhidan saling tergantung satu sama lain sehingga kondisi setiap sistem akan selalu salingterkait. Sifat-sifat tersebut membuat suatu sistem kehidupan akan selalu berusahamembentuk dan menjaga keseimbangan hubungan antara beragam sistem yang ada,keseimbangan hubungan yang terjadi dan terbentuk secara otomatis karena jaringkehidupan telah memiliki caranya sendiri untuk menyeimbangkan hubungan antara satusistem dengan sistem lainnya.Manusia dengan didasari oleh perasaan ingin tahu akan selalu berusaha untuk memahami sistem dengan mempelajari dan mengamati sistem itu sendiri. Pengamatan tentulah tidak dapat dilakukan secara serentak pada beragam sistem, tetapi harus memfokuskan pada suatu sistem yang dipilih dengan cara membatasi sistem tersebut. Dengan memberikan garis batas maya bagi sistem yang akan diamati agar terdapat pemisahan sementara antara sistem dengan lingkungan. Setelah adanya batasan maya ini barulah suatu sistem dapat diamati sehingga dapat dipahami apa pengaruh lingkungan bagi sistem,
Eriyatno (2003) dalam bukunya Ilmu Sistem menyatakan bahwa teori sistem merupakan paradigma yang mempelajari sesuatu secara utuh dan berusaha mencari pengertian secarakeseluruhan melalui pengetahuan atas bagian-bagiannya. Dapat dikatakan bahwa kajiansistem dan kajian spesialisasi akan saling melengkapi, memberikan gambaran realita yangholistik, general, terpadu sekaligus dilengkapi dengan kajian yang mendalam, detil dan rinci.

      Ada beragam fakta yang membuktikan peranan agribisnis dalam pembangunanIndonesia. Data perjalanan sejarah Indonesia memperlihatkan bahwa agribisnis telahdilakukan pada zaman nenek moyang dan menjadi penggerak ekonomi kerajaan-kerajaandahulu. Banyak pelabuhan-pelabuhan besar berdiri dan menjadi makmur berkatkeunggulan hasil bumi Indonesia.Seiring dengan pertumbuhan populasi penduduk, pangsa pasar produk agribisnis juga tumbuh dengan berkembangnya kebutuhan manusia akan produk-produk agribisnisyang alami dan ramah lingkungan. Kebutuhan dan kesadaran manusia akan bioenergi, biofarmaka, makanan organik, bio produk lainnya akan membuat permintaan akan produk-produk agribisnis semakin meningkat tetapi disisi lain volume sumberdaya alam(SDA) tetap bahkan ada kecenderungan menurunnya kualitas sumberdaya alam sehingga produktifitasnya juga menurun. Adanya peningkatan produk agribisnis tetapi disisi lain produktifitas sumberdaya alam menurun memerlukan pendekatan agribisnis untuk mengoptimalkan sumberdaya yang ada untuk memenuhi kebutuhan manusia.Agribisnis melibatkan multi sektor kehidupan manusia, berbagai hasil pertanian, perkebunan, kehutanan, peternakan, perikanan, berperan dalam memenuhi kebutuhanmanusia. Agribisnis terkait dengan pengelolaan keanekaragaman hayati dan kekayaan biodiversity Indonesia, berperan dalam degradasi Sumber Daya Alam dan Lingkungansekaligus berperan dalam upaya menjaga ketahanan Sumber Daya Alam Indonesia.Agribisnis terlibat dalam pemenuhan berbagai kebutuhan manusia baik fisik dan nonfisik, menjadi pembuka lapangan kerja dan penghidupan bagi masyarakat. Agribisnisterlibat dengan pemanfaatan dan pengembangan IPTEK dalam rentang yang lebar mulaidari yang sederhana, tepat guna, madya hingga teknologi tinggi. Agribisnis berperandalam pengembangan pasar berbagai jenis, tipe dan fungsi untuk memenuhi danmemuaskan kebutuhan konsumen dan memuaskan produsen. Adanya pasar agribisnis juga mengembangkan aliran distribusi barang, jasa maupun uang. Peran lain agribisnisadalah mendorong pengembangan sektor industri keuangan dan sektor pendukungnya.Agribisnis juga berperan dalam pengembangan organisasi usaha, organisasi penunjang usaha termasuk organisasi kemasyarakatan. Singkatnya agribisnis berperan dalammanajemen SDA, SDM, IPTEK, Pasar, Finansial, Organisasi. (Anonymous a, 2012)

1.2       Rumusan masalah
                                                                                                                                                                                       
1.2.1                     Bagaimana perbedaan pertanian sebagai sebuah sektor dan agribisnis sebagai sebuah sistem?
1.2.2                     Bagaimana bagan sistem agribisnis dan hubungan antara agribisnis dengan agroindustri?
1.2.3                      Bagaimana fungsi dan peranan lembaga penunjang dalam sistem agribisnis?
1.2.4                      Bagaimana peranan agribisnis dalam perekonomian Nasional?
1.2.5                     Bagaimana ruang lingkup agribisnis?

1.3       Tujuan

1.3.1                     Mengetahui pengertian pertanian sebagai sebuah sektor dan agribisnis sebagai sebuah sistem.
1.3.2                     Mengetahui system agribisnis dan  hubungaun antara agribisnis dengan agroindustri.
1.3.3                     Mengetahui fungsi dan peranan lembaga penunjang dalam system agribisnis.
1.3.4                     Mengetahui peranan agribbisnis dalam perekonomian Nasional.
1.3.5                     Mengetahui ruang lingkup agribisnis.







                                                                     BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Perbedaan pertanian sebuah sektor dan agribisnis sebuah sistem
a. Pertanian sebagai Sektor
Menurut Steinhoff (1995)
·         Kegiatan bisnis sebagai aktivitas yang menyediakan barang dan jasa yang diperlukan atau diinginkan oleh konsumen,dapat dilakukan oleh organisasi perusahaan yang memiliki badan hukum,perusahaan yang memiliki badan usaha maupun perorangan yang tidak memiliki badan hukum maupun badan usaha seperti pedagang kaki lima serta usaha informal lainnya.
Menurut Griffin dan Ebert (1996)
Aktivitas bisnis melalui penyedian barang dan jasa bertujuan untuk menghasilakn profit atau laba.Suatu perusahaan dikatakan menghasilkan laba apabila total penerimaan pada suatu periode lebih besar dari total biaya pada periode yang sama.
Agribisnis sebagai bisnis berarti keseluruhan operasi yang mencakup pertanian, semuanya mengarah pada usaha dan untuk mendapat profit melalui penyedian barang dan jasa.
b. Agribisnis sebagai Sistem
Agribisnis sebagai Sistem adalah merupakan seperangkat unsur yang secara teratur saling berkaitan sehingga membentuk suatu totalitas.
Sistem agribisnis
Secara konsepsional Sistem Agribisnis adalah semua aktivitas mulai dari pengadaan dan penyaluran sarana produksi sampai kepada pemasaran produk-produk yang dihasilakan oleh usaha tani dan agroindustriyang saling terkait satu sama lain.
Sistem agribisnis merupakan suatu konsep yang menempatkan kegiatan pertanian sebagai suatu kegiatan yang utuh dan komprehensif sekaligus sebagai suatu konsep yang dapat menelaah dan menjawab berbagai masalah dan tantangan. (Anonymousb, 2012)



2.2. Sistem agribisnis dan hubungan antara agribisnis dengan agroindustri
Sistem agribisnis
Karakteristik suatu sistem adalah bila terdapat suatu kumpulan elemen yangterintegrasi karena adanya interaksi antar elemen tersebut kemudian juga memiliki tujuan atau sasaran bersama yang harus dicapai. Interaksi antar elemen akan memiliki aktivitas perencanaan input, pengendalian proses dan pengukuran output, sebagai evaluasi sistem.
Sistem agribisnis merupakan kesatuan atau kumpulan dari elemen agribisnis yang saling berinteraksi untuk mencapai tujuan dan sasaran bersama, menggunakan input dan mengeluarkan output produk agribisnis melalui pengendalian proses yang telah direncanakan. (Anonymousc, 2012)
            Bagan sistem agribisnis
            Hubungan antara Agribisnis dan Agroindustri
Agroindustri adalah industri yangmemiliki keterkaitan ekonomi (baik langsung maupun tidak langsung) yang kuat dengankomoditas pertanian. Keterkaitan langsung mencakup hubungan komoditas pertaniansebagai bahan baku (input) bagi kegiatan agroindustri maupun kegiatan pemasaran dan perdagangan yang memasarkan produk akhir agroindustri. Sedangkan keterkaitan tidak langsung berupa kegiatan ekonomi lain yang menyediakan bahan baku (input) lain diluar komoditas pertanian, seperti bahan kimia, bahan kemasan, dll. Dalam mengembangkanagroindustri, tidak akan berhasil tanpa didukung oleh agroindustri penunjang lain sepertiindustri pupuk, industri pestisida, industri bibit/benih, industri pengadaan alat-alat produksi pertanian dan pengolahan agroindustri seperti industri mesin perontok danindustri mesin pengolah lain. (Anonymousd, 2012)
2.3. Fungsi dan peranan lembaga penunjang dalam sistem agribisnis
Keberdaan kelembagaan pendukung pengembangan agribisnis nasional sangat penting untuk menciptakan agribisnis Indonesia yang tangguh dan kompetitif. Lembaga-lembaga pendukung tersebut sangat menentukan dalam upaya menjamin terciptanya integrasi agribisnis dalam mewujudkan tujuan pengembangan agribisnis.
Peranan lembaga penunjang dalam agribisnis
1.       Pemerintah
Lembaga pemerintah mulai tingkat pusat sampai tingkat daerah, memiliki wewenang, regulasi dalam menciptakan lingkungan agribinis yang kompetitif dan adil.
2.      Lembaga pembiayaan
Lembaga pembiayaan memegang peranan yang sangat penting dalam penyediaan modal investasi dan modal kerja, mulai dari sektor hulu sampai hilir. Penataan lembaga ini segera dilakukan, terutama dalam membuka akses yang seluas-luasnya bagi pelaku agribisnis kecil dan menengah yang tidak memilki aset yang cukup untuk digunkan guna memperoleh pembiayaan usaha.
3.       Lembaga pemasaran dan disitribusi
Peranan lembaga ini sebagai ujung tombak keberhasilan pengembangan agribinis, karena fungsinya sebagai fasilitator yang menghubungkan antara deficit unit (konsumen pengguna yang membutuhkan produk) dan surplus unit ( produsen yang menghasilkan produk.
4.       Koperasi
Peranan lembaga ini dapat dilihat dari fungsinya sebagai penyalur input-input dan hasil pertanian. Namun di Indonesia perkembangan KUD terhambat karena KUD dibentuk hanya untuk memenuhi keinginan pemerintah, modal terbatas, pengurus dan pegawai KUD kurang professional.
5.      Lembaga pendidikan formal dan informal
Tertinggalnya Indonesia dibandingkan dengan negara lain, misalnya Malaysia, lemabaga ini sangat berperan sangat besar dalam pengembagan agribisnis dampaknya Malaysia sebagai raja komoditas sawit. Demikian juga Universitas Kasetsart di Thailand telah berhasil melahirkan tenaga-tenaga terdidik di bidang agribisnis, hal ini dibuktikan dengan berkembangnya agribisnis buah-buhan dan hortikultura yang sangat pesat. Oleh karena itu, ke depan pemerintah hanyalah sebagai fasilitator bukan sebagai pengatur dan penentu meknisme sistem pendidikan. Dengan demikian diharapkan lembaga pendidikan tinggi akan mampu menata diri dan memiliki ruang gerak yang luas tanpa terbelenggu oleh aturan main yang berbelit-belit.
6.       Lembaga penyuluhan
Keberhasilan Indonesia berswasembada beras selama kurun waktu 10 tahun (1983-1992) merupakan hasil dari kerja keras lembaga ini yang konsisiten memperkenalkan berbagai program, seperti Bimas, Inmas, Insus, dan Supra Insus. Peranan lembaga ini akhir-akhir ini menurun sehingga perlu penataan dan upaya pemberdayaan kembali dengan deskripsi yang terbaik. P peranannanya bukan lagi sebagai penyuluh penuh, melainkan lebih kepada fasilitator dan konsultan pertanian rakyat.

7.      Lembaga Riset Agribinis
Lembaga ini jauh ketinggalan jika dibandingkan dengan negara lain yang dahulunya berkiblat ke Indonesia. Semua lembaga riset yang terkait dengan agribinis harus diperdayakan dan menjadikan ujung tombak untuk mengahasilkan komoditas yang unggul dan daya saing tinggi. Misalnya Meksiko dapat memproduksi buah avokad yang warna daging buahnya kuning kehijau-hijauan, kulit buah bersih dan halus, dan bentuk buah yang besar dengan biji yang kecil.
8.      Lembaga penjamin dan penanggungan resiko.
Resiko dalam agribisnis tergolong besar, namun hampir semuanya dapat diatasi dengan teknologi dan manajemen yang handal. Instrumen heading dalam bursa komoditas juga perlu dikembangkan guna memberikan sarana penjaminan bebagai resiko dalam agribisnis dan industri pengolahannya. (Anonymouse, 2012)
2.4. Peranan sistem agribisnis dalam perekonomian nasional
Pembangunan ekonomi yang tepat perlu didasarkan pada keunggulan komparatif yang dimiliki. Melalui proses pembangunan yang bertahap dan konsisten, keunggulan komparatif ini dikembangkan menjadi keunggulan kompetitif. Negara yang berdaya saing adalah Negara yang mampu mengembangkan keunggulan komparatifnya menjadi keunggulan kompetitif. Indonesia memiliki keunggulan komparatif pada keanekaragaman sumberdaya hayati. Kegiatan ekonomi yang memanfaatkan keunggulan sumberdaya hayati di Indonesia adalah kegiatan pertanian dalam arti luas.  Sistem agribisnis tidak sama dengan sector pertanian. Sistem agribisnis jauh lebih luas daripada sector pertanian yang dikenal selama ini.
Peranan agribisnis dalam perekonomian Indonesia sangat penting. Agribisnis tidak di gambarkan suatu sector yang secara jelas tercatat kontribusinya dalam pembentukan penyerapan tenaga kerja.
  1. Peranan agribisnis dalam pembentukan PDB. Sampai saatini non migas menyumbang sekitar 90% PDB, dan agribisnis merupakan penyumbang terbesar dalam PDB non migas.
  2. Peranan agribisnis dalam penyerapan tenaga kerja. Karakteristik teknologi yang digunakan dalam agribisnis bersifat akomodatif terhadap keragaman kualitas tenaga kerja, sehingga tidak mengherankan agribisnis menjadi penyerap tenaga kerja nasional yang terbesar.
  3. Peranan agribisnis dalam perolehan devisa. Selama ini selain eksport migas, hanya agribisnis yang mampu memberikan non eksport secara konsisten.
  4. Peranan agribisnis dalam penydiaan bahan pangan. Ketersediaan berbagai ragam dan kualitas pangan dalam jumlah pada waktu dan tempat yang terjangkau masyarakat merupakan prasyarat penting bagi keberhasilan pembangunan di Indonesia.
  5. Peranan agribisnbis dalam mewujudkan pemerataan hasil pembangunan.
Peranan agribisnis dalam pelestarian lingkungan. Kegiatan agribisnis yang berlandaskan pada pendayagunaan keanekaragaman ekosistem di seluruh tanah air memilki potensi melestarikan lingkungan hidup. (Anonymousf, 2012)
2.5. Ruang lingkup manajemen agribisnis
            Manajemen agribisnis
Manajemen Agribisnis adalah suatu matakuliah yang mengaplikasikan ilmu manajemen dalam pelaksanaan kegiatan/ usaha Agribisnis.   Kemajuan pertanian sangat tergantung dari bagaimana mengelola sumberdaya pertanian yang dimiliki dengan seefektif dan seefisien mungkin. Pertanian dalam arti modern tidak hanya berkutat pada kegiatan usahatani saja tetapi juga dalam kegiatan pengelolaan penyediaan/ pengadaan sarana produksi, penanganan pasca panen, pengolahan, serta pemasaran.
            Ruang lingkup manajemen agribisnis:
a.                   Agribisnis sebagai suatu “Sistem” : Interdependensi antar sub sistem
b.                  Agribisnis sebagai suatu “Praktek Bisnis”
             Pasar adalah Raja
             Persaingan adalah Aturan Mainnya
             Perubahan adalah Sesuatu Yang Pasti
c.                   Agribisnis sebagai suatu “Paradigma Pembangunan Pertanian”
d.                  Agribisnis sebagai suatu “Keilmuan” : Ekonomi Agribisnis dan Manajemen Agribisnis. (Anonymousg, 2012)








BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Secara konsepsional Sistem Agribisnis adalah semua aktivitas mulai dari pengadaan dan penyaluran sarana produksi sampai kepada pemasaran produk-produk yang dihasilakan oleh usaha tani dan agroindustriyang saling terkait satu sama lain.
Sistem agribisnis merupakan suatu konsep yang menempatkan kegiatan pertanian sebagai suatu kegiatan yang utuh dan komprehensif sekaligus sebagai suatu konsep yang dapat menelaah dan menjawab berbagai masalah dan tantangan.
Agroindustri adalah industri yangmemiliki keterkaitan ekonomi (baik langsung maupun tidak langsung) yang kuat dengankomoditas pertanian. Keterkaitan langsung mencakup hubungan komoditas pertaniansebagai bahan baku (input) bagi kegiatan agroindustri maupun kegiatan pemasaran dan perdagangan yang memasarkan produk akhir agroindustri. Sedangkan keterkaitan tidak langsung berupa kegiatan ekonomi lain yang menyediakan bahan baku (input) lain diluar komoditas pertanian, seperti bahan kimia, bahan kemasan, dll.
Keberdaan kelembagaan pendukung pengembangan agribisnis nasional sangat penting untuk menciptakan agribisnis Indonesia yang tangguh dan kompetitif. Lembaga-lembaga pendukung tersebut sangat menentukan dalam upaya menjamin terciptanya integrasi agribisnis dalam mewujudkan tujuan pengembangan agribisnis.
Pembangunan ekonomi yang tepat perlu didasarkan pada keunggulan komparatif yang dimiliki. Melalui proses pembangunan yang bertahap dan konsisten, keunggulan komparatif ini dikembangkan menjadi keunggulan kompetitif. Negara yang berdaya saing adalah Negara yang mampu mengembangkan keunggulan komparatifnya menjadi keunggulan kompetitif.
Manajemen Agribisnis adalah suatu matakuliah yang mengaplikasikan ilmu manajemen dalam pelaksanaan kegiatan/ usaha Agribisnis.   Kemajuan pertanian sangat tergantung dari bagaimana mengelola sumberdaya pertanian yang dimiliki dengan seefektif dan seefisien mungkin.







DAFTAR PUSTAKA
Anonymousa, 2012.  www.scribd.com/doc/55460873/Bahan-Makalah-Sistem-Agribisnis-2011. Diakses pada 29 Februari 2012.
Anonymousb, 2012. http://agrimaniax.blogspot.com/2010/05/agribisnis-manajemen-agribisnis.html. Diakses pada 29 Februari 2012.
Anonymousc, 2012. http://taman-agribisnis.blogspot.com/2010/02/bab-v-sistem-agribisnis.html. Diakses pada 29 Februari 2012.
Anonymousd, 2012.  www.scribd.com/doc/55460873/Bahan-Makalah-Sistem-Agribisnis-2011. Diakses pada 01 Maret 2012.
Anonymousg, 2012. http://fdina.lecture.ub.ac.id/2009/06/manajemen-agribisnis/. Diakses pada 29 Februari 2012.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar